SANGATTA – Tinggal beberapa hari awal puasa Ramadhan 1445 Hijriyah, harga telur lokal di Sangatta Kutai Timur melambung naik cukup signifikan hingga mencapai Rp10 ribu rupiah per piring dengan isi 30 butir
Kenaikan harga telur lokal ini, dijual toko pusat pengecer telur lokal, yang terletak di pasar tradisional di jalan Inpres Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur.
Harga yang dijualpun bervariasi, mulai harga paling murah yakni Rp64 ribu per piring. Kemudian ada Rp65 ribu, Rp66 ribu hingga harga paling tinggi dijual Rp68 ribu per piring.
Ditemui Sabtu siang, 9/3/2024, pemilik toko pusat pengecer telur lokal, Hj. Suci mengatakan, kenaikan harga yang cukup tinggi, terjadi sejak satu bulan lagu dan puncaknya satu minggu lalu hingga naik diharga Rp10 ribu
“Iya nai, cukup tinggi naiknya sampai Rp10 ribu per piring”kata Hj. Suci memberikan pernyataan terkait naiknya harga telur lokal
Ia mengatakan, harga telur memang bervariasi, tergantung kecil dan besarnya telur. Kalau yang ukuran biasa y aitu Rp64 ribu per piring, kemudian agak sedang Rp65, Rp66 dan paling besar dan kualitasnya paling itu yang super diharga Rp68 ribu per piring
Suci memprediksi harga telur lokal akan naik lagi saat bulan puasa hingga mendekati iful fitri nanti. Karena kebutuhan telur cukup tinggi
“Alhamdulillah dalam satu bulan itu rata-rata saya menjual 250 ikat telur atau 500 piring sebulan”kata Suci seraya menyebutkan jika kualitas lokal sangat baik apalagi saya langsung mengambil dikandang jadi ini masih segar dan bagus.
Sementara sejumlah warga mengeluhkan naiknya harga telur dan beberapa komoditi yang menjadi kebutuhan sehar-hari, seperti telur ini
“Ini sangat memberatkan naiknya harga telur dan kebutuhan lain. Apalagi bulan puasa nanti harga semua naik”kata Yanti karyawan operator alat berat diperusahaan tambang batubara
Hal sama juga dikeluhkan Euis Istiqomah yang datang membeli telur lokal, mengatakan mewakili ibu-ibu , tentu naiknya harga telur dan sembako akan memberatkan warga, apalagi ini sebentar lagi puasa
“Jadi menurut saya memberatkan, tapi bagaimana lagi ini kebutuhan dasar yang memang harus kita beli”kata Euis Istiqomah yang juga pengurus Tim PKK kabupaten Kutai Timur ( liku/1)